Mengurus visa Schengen episode 1 (kedubes Italia)


I am writing the post below in Indonesian because it’s more relevant for Indonesians living in Indonesia (who I take for granted will know Indonesian :) ) )

Saya cukup kesal dengan kedutaan ini karena sudah menyia-nyiakan 2 hari dari hidup saya di dunia. Begini kronologis nya…

HARI 1

Sesuai dengan petunjuk di situs kedubes yang menyatakan jam buka kedubes dari 8:30 pagi, saya dan A sampai di kedubes Italia Jl. Diponegoro no 45, Menteng, jam 9:00 pagi. Antrian sudah panjang kira kira 30 orang di luar pagar, kita pun berdiri manis (tempat duduk sudah habis!) di paling belakang. Selang 10 menit, ibu2 di depan kami bertanya “Sudah di submit berkasnya? submit dulu, baru dapet nomor” (Loh kok tidak ada di website nya?)

Barulah setelah berbincang2 dengan satpam di sana ketahuan seluk beluk nya:

F: “Perlu kasih berkas untuk ambil nomer pak?”
Satpam (S): “Iya mbak, tiap hari maksimal cuma 60 paspor yang diproses”
F: “Dapet nomernya gimana pak?”
S: “Wah kalau sekarang nggak tau nih bisa dapet atau nggak, orang orang biasanya udah ANTRI DARI JAM 4 pagi untuk ambil nomer”
F: “Hah emang bukanya jam berapa pak?”
S: “Gini mbak. Jam 7 satpam nya keluar untuk ambil berkas. Lalu jam 9 dibagikan nomer. Terus proses nya baru mulai jam 9:30”
F: “Kok dibilang di website mulai jam 8:30??”
S: “Ya mbak tetep bisa submit berkasnya kalau nomornya kurang dari 60”
F: “Bisa submit hari ini untuk interview besok?”
S: “Wah nggak bisa tuh, harus hari itu juga”

*Gubraks… terbuanglah usaha gue cuma cuma karena antrian waktu itu sudah maksimum 60. Mana parkir jauh lagi nggak boleh di diponegoro, paling deket jalan surabaya*

HARI 2

Aku dan A berangkat sueper pagi tapi nggak rela jam 4 pagi. Alhasil kita sampai di kedubes italia jam 6:30. Bujud antrian udah panjang jugaaaa (banyak supir dan prt)… Ditunggu tunggu jam 7 berkas2 mulai dikumpulkan dan kita pun di suruh tunggu sampai jam 9 untuk pembagian nomer antrian.

(Selingan… dari jam 7:20 sampai jam 8:20 kita ngubek2 Menteng sumpah nggak ada yang jualan sarapan. Akhirnya masup ke hotel melati…. Lembang, Sunda Kelapa semua sepiii…… Jadi siapin makanan ya!!!)

Jam 9 balik ke kedubes italia… Baru jam 9:15 – 9:45 dibagikan nomer. Aku dan A dapet nomor 44 dan 45.

F: “Pak, kira kira nomor 44 itu jam berapa ya?”
S: “Ya diharapkan sih ibu tunggu di sini karena tergantung yang didalam bu… Loketnya cuma 2, kadang malah cuma 1”
F: “Aduh mas… aku harus pergi nih” *Flirty mode on*
S: “Mau kemana mbak?”
F: “Ke MMC Kuningan mau ke dokter” *Bohong mode on*
S: “Ya udah deh, sini nomer mbak berapa, nanti saya telepon kalo udah antrean 38”
F: “Makasih banget mas!!”

(Selingan… yang diatas disarankan dicoba hanya kalau beda jenis kelamin. Si A nyoba kena tolak mentah mentah)

Ok… balik lagi kira kira jam 11. Masuk dan ternyata di dalam disuruh duduk lagi. Ruangannya suempit… mungkin tempat duduknya cuma 20, loket hanya 2 dan kuecil kuecil (tidak terlihat kantor lainnya selain kantor satpam). Kedua loket itu hanya dijaga orang pribumi. Tidak ada AC dan tidak terlalu bersih juga. Di satu ruangan itu hanya 1 orang yang kelihatannya orang italia, itu pun satpam itali yang keluar jam 9:30 tadi pagi untuk bagi2 nomer.

Setelah antri dan dipanggil… jreng jreng jreng…!! aplikasi saya tidak diterima!!! Dengan alasan:

  1. Ada 2 malem dimana tidak ada booking-an hotelnya (Yaoloooh 2 malem doang begitu banget siiiiih)
  2. Tidak ada akte pernikahan (Lah emang KK nggak diitung?)
  3. Tidak ada copy SIUP (Surat Ijin Untuk Perdagangan??) dari kantor.
  4. Tidak ada asuransi perjalanan (ternyata harus disiapkan sebelum aplikasi, tidak seperti info dari forum2 lain)
  5. Di paspor saya alamatnya adalah alamat singapura (ya memang saya masih PR di singapura tapi kan saya sudah tidak tinggal di sana)

F: “Tapi sekarang saya sudah di Indonesia pak seperti di KTP dan surat dari Kantor. Karena kalau ganti ini lama sekali, nanti nggak sempet pak”
Officer (O): “That’s not our concern. Ibu harus minta ganti alamat di paspor. Kalau nggak urus visa nya di kedubes itali di Singapur saja”
F: “Kok nggak dibilang gitu pak di website”
O: (Ngubek2 loket dan menyodorkan satu lembar kertas) “Ini lengkapnya”

HIYAAAAAH saya kesaaaaal…. kalo ada lengkapnya kenapa tidak ditaruh di website?! Jadi sial lah saya karena waktu saya terbuang dan uban tumbuh satu. Tapi beruntunglah anda, karena info nya saya copy lengkap di bawah.

Kesimpulan: Saya gagal cari visa dari kedubes Itali…. hengkang ke kedubes Prancis (nantikan episode2).

PS: Kekesalan saya bertambah karena tiba2 hujan gede banget!! Orang2 yang antri di luar pada di oper ke dalam secara di luar tidak ada atap. Jadi di dalam berjubel2. Itupun di pagarnya tidak rapat jadi yang didalam tapi mepet ke pintu juga kena ciprat. ^_^;

PSS: Karena saya menyerah, maaf tidak ada petunjuk apa yang terjadi kalau aplikasi diterima oleh mas mas dan mbak mbak di dua loket itu. Kalau saya liat sih yang selesai langsung pulang…. berarti nggak di interview sama orang itali dong? Wah itu saya nggak tau.

NOTE: Ini diambil dari selebaran dari Kedubes Italia tanggal 8 Juni 2009

Visa Turis

  1. Paspor yang masih berlaku sekurang-kurangnya 3 bulan setelah masa berlaku visa selesai
  2. Formulir visa diisi dan ditandatangani. (http://www.ambjakarta.esteri.it)
  3. 1 buah foto berwarna terbaru (3×4)
  4. Tiket pulang pergi (asli atau fotocopy atau konfirmasi booking). Booking yang confirmed dibutuhkan saat pengajuan aplikasi visa dan tiket asli yang sudah di-issue harus diperlihatkan pada saat pengambilan visa
  5. Asuransi perjalanan luar negeri (Nilai pertanggungan minimal 30ribu euro)
  6. Surat referensi bank, rekening koran 3 bulan terakhir, atau bukti keuangan lain (Kedutaan akan menyimpan fotokopinya). Jika dana yang ada dinilai kurang, kedutaan dapat meminta Travellers Cheque dengan nominal tertentu ataupun garansi bank.
  7. Surat sponsor asli dari perusahaan tempat bekerja di Indonesia dan fotokopi SIUP dari Dept Perdagangan atau TDP
  8. Revervasi hotel atau akomodasi untuk seluruh periode tinggal (ilang 1 malam pun ditanya boooo)
  9. Surat pernyataan dari orang tua atau wali kalau dibawah umur (lampirkan copy akte kelahiran anak dan KTP orang tua)
  10. Fotokopi KITA/KIMS untuk WNA
  11. Kartu Keluarga, Akte Pernikahan

Jika disponsori oleh orang Italia atau pemegang izin tinggal di Italia, persyaratannya adalah:

  1. Bank/Asuransi Garansi
  2. Surat pernyataan kelayakan tempat tinggal yang di keluarkan oleh autoritas yang berwenang didaerah tempat tinggal tersebut (Town Hall/Comune)
  3. Surat pernyattan bertanggung jawab dari penjamin/sponsor di Italia (Lampirkan dokumen yang memuat tandatangan penjamin)
  4. Deklarasi Pajak dan Pendapatan dari Negara Italia; Mod. 101 dan/atau 730 dan/atau 740 dan/atau UNICO
  5. Surat Kawin jita pemohon menikah dengan warga Uni Eropa. Surat Kawin tersebut harus dikeluarkan oleh kantor kota di Eropa

Catatan

  1. Waktu untuk proses pemberian visa adalah 10 hari kalender
  2. Biaya visa Rp. 840,000 dan harus dilunasi dalam Rupiah pada saat pengajuan Visa
  3. Pemohon visa haruslah warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia atau warga negara Timor Leste yang bertempat tinggal di Timor Leste

2 responses to this post.

  1. Bener, saya juga mengalami hal yang sama. saya sudah antri dari jam 9 pagi, hanya gara-gara, saya tidak bawa buku bank yang asli. ( padahal dipermintaan data khan hanya foto copi saja ). Bikin reseh aja

    Reply

  2. Posted by Dini on January 19, 2010 at 1:18 am

    Terima kasih sekali atas infonya..kebetulan saya juga rencana akan ke Italia bbrp bulan mendatang. Kalo menurut website memang saya diharuskan ke kedubes Malaysia (mengingat residensi saya). O,ya kalo liat website, saya bingung, jika datang conference atau seminar selama seminggu itu masuk kategori apa ya? Study atau tourism??..terima kasih

    Reply

Respond to this post